Archive for Oktober 2007
Jurnal Seminar
Seminar Pendidikan Matematika
Kepada para mahasiswa yang memilih pembimbing seminar saya. Saya sampaikan terima kasih atas pilihannya dan mohon maaf kepada yang tereleminasi. Mudah-mudahan semuanya membawa manfaat. Berikut kriteria judul yang diharapkan menjadi tema seminar anda:
1. Tema harus asli buah pemikiran sendiri, tidak menjiplak atau menggunakan tulisan orang lain.
2. Tema diupayakan “berbeda” dengan yang sudah ada di skripsi atau makalah seminar mahasiswa angkatan sebelumnya.
3. Tema yang menarik anda sendiri dan mampu untuk diselesaikan.
Tema-tema yang mungkin untuk dijadikan bahan seminar bagi yang belum punya ide, antara lain:
1. Metakognitif, bagaimana siswa berpikir tentang pemikirannya.
2. Berpikir kreatif/kritis melalui pemecahan dan pengajuan masalah.
3. Proses berpikir siswa dalam memecahkan masalah atau mengajukan masalah.
Silakan yang sudah mempunyai judul menuliskan judulnya atau temanya. Saya akan memberikan saran dan penulisan selanjutnya. Selamat berkerja mudah-mudahan sukses.
Simposium Nasional 25-26 Juli 2007
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Melalui Pengajuan Masalah dan Pemecahan Masalah Matematika
Matematika sering dianggap sebagai ilmu yang hanya menekankan pada kemampuan berpikir logis dengan penyelesaian yang tunggal dan pasti. Hal ini yang menyebabkan matematika menjadi mata pelajaran yang ditakuti dan dijauhi siswa. Padahal, matematika dipelajari pada setiap jenjang pendidikan dan menjadi salah satu pengukur (indikator) keberhasilan siswa dalam menempuh suatu jenjang pendidikan, serta menjadi materi ujian untuk seleksi penerimaan menjadi tenaga kerja bidang tertentu. Melihat kondisi ini berarti matematika tidak hanya digunakan sebagai acuan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi tetapi juga digunakan dalam mendukung karier seseorang. Tantangan masa depan yang selalu berubah sekaligus persaingan yang semakin ketat memerlukan keluaran pendidikan yang tidak hanya trampil dalam suatu bidang tetapi juga kreatif dalam mengembangkan bidang yang ditekuni. Hal tersebut perlu dimanifestasikan dalam setiap mata pelajaran di sekolah, termasuk matematika. Dalam standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah mata pelajaran matematika (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tanggal 23 mei 2006 tentang standar isi) telah disebutkan bahwa mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis maupun bekerja sama sudah lama menjadi fokus dan perhatian pendidik matematika di kelas, karena hal itu berkaitan dengan sifat dan karakteristik keilmuan matematika. Tetapi, fokus dan perhatian pada upaya meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dalam matematika jarang atau tidak pernah dikembangkan. Padahal kemampuan itu yang sangat diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Pada makalah ini akan memaparkan bagaimana kemampuan berpikir kreatif siswa dapat ditingkatkan melalui pengajuan masalah dan pemecahan masalah matematika. Pengajuan masalah intinya merupakan tugas kepada siswa untuk membuat atau merumuskan masalah sendiri yang kemudian dipecahkannya sendiri atau dipecahkan teman lainnya. Hasil penelitian (Siswono, 2004; 2005) dan pendapat-pendapat ahli menunjukkan bahwa kegiatan tersebut mendorong kreativitas siswa. Demikian juga dengan kegiatan pemecahan masalah yang terpadu dengan kegiatan pengajuan masalah (Siswono, 2006a; 2006b; 2007). Indikator kemampuan berpikir kreatif difokuskan pada aspek kefasihan (fluency), kebaruan (novelty), dan fleksibilitas dalam memecahkan maupun mengajukan masalah. Kata kunci: kemampuan berpikir kreatif, pemecahan masalah, pengajuan masalah, kefasihan, kebaruan, fleksibilitas