Matematika banyak dipandang mengajarkan hal yang tidak kreatif, kaku, dan memaksa pada pola yang sudah baku. Penyelesaian masalah matematika dianggap tunggal dan tidak memberi ruang pada perbedaan jawaban atau cara yang berbeda. Anggapan itu sebenarnya tidaklah benar, karena matematika memberi ruang pada jawaban maupun cara yang berbeda atau divergen. Matematika dapat menumbuhkan pemikiran kreatif, hanya karakteristik “kreatif” tidaklah sama dengan hasil karya seniman atau ahli sastra. Kreativitas dalam matematika disesuaikan dengan ciri atau karakteristiknya sebagai ilmu maupun dalam terapan pendidikan. Publikasi ini mencari pola dan strategi untuk menumbuhkan kreativitas siswa dalam matematika.
3 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
tolong dunk caranya gimana ngjrn siswa biar kreatif trus untuk mengetahui atau mengukur seberapa kreatif siswa itu gimana
Comment by sherlly — September 20, 2008 @ 10:37 pm
Untuk menjadikan siswa kreatif memang tidak bisa langsung, tetapi bertahap dan membutuhkan waktu. Banyak metode untuk mengukur kreatif, salah satu cara dari kemampuan menyelesaikan masalah divergen. Kriterianya adalah fluency (kefasihan), fleksibilitas, dan kebaruan (novelty). Kefasihan menekankan pada keberagaman jawaban yang dibuat, fleksibilitas adalah kemampuan membuat jawaban yang berbeda-beda, dan kebaruan adalah kemampuan membuat jawaban yang tidak biasa menurut tingkat kemampuannya.
Comment by tatagyes — September 24, 2008 @ 6:32 am
Pak, ini sebuah kata-kata matematika. Semoga dapat dibuat refarensi bapak. terima kasih..
“Mathematics is on of the essensial emanations of the human spirit, a thing to be valued in and for itself, like art or poetry ”
Oswald Veblen 1924
referensi dari Internet!!
Comment by Uni_Math — October 9, 2008 @ 10:09 pm